IKHLAS

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!

Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.

Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.

Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu.

Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.

Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.

Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.

Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun.

Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”

Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”

Allah yang Mahasuci menjawab, “Ada, yaitu api” (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”

Allah yang Mahaagung menjawab, “Ada, yaitu air” (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” Kembali bertanya para malaikta.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allaahuakbar.

Oleh : Abdullah Gymnastiar

Comments 52

10 UNSUR BAHAGIA TANPA SYARAT

Apakah ‘bahagia tanpa syarat’ itu ?
Kita hidup di masyarakat yang menyebarkan mitos “Saya akan bahagia jika …..”. Misalnya : Saya akan bahagia jika punya rumah, mobil, pasangan yang baik dan seterusnya. Artinya kita telah dikondisikan bahwa bahagia itu hanya bisa dicapai jika memenuhi persyaratan tertentu - dan biasanya syarat itu berupa faktor eksternal.
Berhenti sejenak dari kegiatan anda. Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara yang masuk dan keluar paru-paru anda, dan lakukan lah beberapa kali.
Bagaimana rasanya ? Anda merasa lebih segar, rileks dan nyaman, bukan ?
Kita tak perlu punya status atau jabatan tertentu, bekerja keras atau tidak, tak perlu memenuhi kualifikasi apapun untuk merasakan nikmatnya bernafas.
Kita sepenuhnya berhak, tanpa syarat. Tak perlu harus kaya dahulu, punya suami/istri yang istimewa, dan lain-lain.
Apa yang akan terjadi ketika anda tiba-tiba menyadari bahwa bahagia - seperti halnya nafas - adalah hak lahir anda ? Apa yang terjadi jika anda bisa merasakan bahagia yang TERBEBAS dari kondisi eksternal hidup anda?
MENGAPA MEMILIH ‘BAHAGIA TANPA SYARAT’?
- Anda akan merasa senang, gembira, positif - sungguh sangat menyenangkan (mungkin ini jawaban anda juga)
- Anda akan lebih banyak mengisi waktu di masa sekarang daripada menyesali masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan
- Arah dan tujuan hidup akan semakin jelas seiring berjalannya waktu - mereka tidak datang via telegram tapi akan muncul dengan sendirinya ketika anda mulai rileks dan lebih bisa pasrah.
- Anda mendadak bisa mengerti apa yang telah dicapai dalam hidup dan mengapa. Kemudian dengan perubahan sederhana, anda bisa memulai hidup yang sesuai dengan yang anda inginkan
- Anda akan meninggalkan kekhawatiran dan mulai menikmati hidup. Mungkin anda akan berfikir tentang masa depan dengan penuh kegembiraan, antusiasme, kesenangan seperti yang anda nikmati di masa kini. Dan optimisme itu membuat anda tak sabar menunggu hari esok.
- Anda akan sering merasakan ’sukses’ yang anda cari selama ini.
Orang-orang yang gembira & positif akan ‘menarik’ hal-hal, situasi dan pengalaman yang akan memberikan mereka kesenangan lebih lanjut, termasuk materi.

UNSUR-UNSUR BAHAGIA TANPA SYARAT
1.APA YANG ENGKAU FOKUSKAN AKAN MENINGKAT
Fokus, adalah titik utama dimana kita mengarahkan energi pikiran dan perasaan.
Jika kita fokus pada hal negatif, maka pikiran dan perasaan kita lebih peka untuk mendeteksi hal-hal yang negatif, akibatnya kita merasa porsi negatif dalam pengalaman hidup kita lebih banyak dari porsi positifnya.
Kalau saat ini anda belum tahu/menyadari dimana fokus anda, perhatikan saja pendapat anda sendiri tentang kualitas hidup anda. Apapun yang anda rasakan saat ini tentang hidup anda, menunjukkan dimana selama ini anda berfokus.
Ubah fokus anda jika perlu, dan pilihlah fokus yang akan mendatangkan apa yang anda inginkan. Jaga selalu fokus anda, karena mungkin saja anda kembali ke fokus yang lama.
2.RASA SYUKUR ADALAH PENDORONG UTAMA
Rasa syukur adalah pendorong utama kebahagiaan. Dengan bersyukur, seluruh energi anda tetap terfokus pada hal-hal yang sebenarnya anda inginkan.
Jika anda kecewa, tidak puas, maka disadari atau tidak, maka fokus anda akan bergeser kepada pada hal-hal yang mendatangkan kecewa dan energi anda tercurah kesana. Anda segera bisa menghitung betapa seringnya rasa kecewa anda alami. Jika ini membuat anda tidak nyaman, segeralah bersyukur !
3.MANUSIA MENYUKAI KEBIASAAN
Psikolog ternama, Virginia Satir, pernah berkata bahwa daya yang paling kuat dari manusia adalah mempertahankan kebiasaan. Kita punya kecenderungan alami untuk menolak perubahan, terutama yang radikal.
Jika suhu tubuh tiba-tiba turun 20 derajat, atau keasaman darah turun beberapa PH, kita akan mati seketika. Tubuh dan otak kita mempunyai kontrol untuk menjaga keseimbangan yang disebut ‘homeostasis’.
Ketika kita mengalamai perubahan, maka sensor-sensor ‘kebiasaan’ di jaringan syaraf kita akan memperingatkan otak dan sistem tubuh akan mengambil tindakan untuk mengembalikannya ke kondisi stabil. Ini dapat menjelaskan mengapa banyak orang yang berusaha berubah tetapi kembali lagi ke kebiasaan lamanya.
Jadi, ketika anda bertekad untuk berubah, maka biasanya di fase awal berlangsung lancar, sampai mencapai ambang batas/ sensor2 kebiasaan tadi. Sehingga ada penolakan, baik dari tubuh maupun pikiran. Ini harus disadari & diterima sebagai bagian perubahan. Setelah itu, ketika kesetimbangan baru telah tercapai, maka anda akan merasakan ‘point of no return’ bahwa pikiran dan perasaan yang mengingatkan anda pada kondisi sebelumnya tidak lagi mengganggu anda. Itu berarti anda telah berhasil.
4.WHAT THE THINKER THINKS, THE PROVER PROVES
Menurut Robert Anton dalam buku “Promotheus Rising”, akal sebenarnya mempunyai 2 bagian; thinker/pemikir dan prover/pembukti.
Thinker sangat fleksibel, bisa berpikir bumi itu bulat atau rata, pria itu rasional dan wanita itu intuitif atau sebaliknya, ia bisa berpikir dunia ini sempit atau luas, dunia ini penuh penderitaan atau kebahagiaan, dan seterusnya.
Jargon NLP mengenai hal ini adalah “The lunch is not the meal and the map is not the territorry”.
Prover perilakunya sangat sederhana : apa yang dipikirkan ‘thinker’ maka ia akan membuktikannya. Ia akan memilih/mencari data-data di dalam otak anda untuk mendukung pernyataan ‘thinker’. Jika kita berpikir bahwa orang miskin adalah orang yang malas dan bodoh, maka ‘prover’ akan mencari bukti-bukti yang mendukung ide tersebut.
Jika kita meyakini diri kita bodoh, maka prover akan menyediakan bukti bahwa klaim tersebut ‘benar’ dan menolak bukti yang mengatakan sebaliknya, demikian pula jika kita menganggap diri kita ini brilyan. What the thinker thinks the prover proves.
Mudah sekali melihat hal ini pada orang lain, misal : “si Anu itu kok PD amat ? Padahal dia itu bla…bla…bla…” (sekarang anda bisa memahami mengapa si Anu demikian - karena the prover dalam dirinya memberikan bukti yang mendukung) tetapi ternyata sulit untuk menyadari hal yang sama pada diri sendiri, karena anda - begitu juga saya - percaya bahwa memang hal tersebut ’sungguh-sungguh benar dan faktual’.
Padahal, mungkin itu hanya ‘limiting belief’ (kepercayaan yang membatasi) dikarenakan kita sudah terbiasa - lihat kembali no. 3.
5.PENERIMAAN ADALAH PELUMAS PERUBAHAN & PERKEMBANGAN
Penerimaan berarti bahwa kita mengenali realita dari situasi yang ada.
Penerimaan adalah lawan dari pengingkaran. Banyak orang menggunakan pemikiran positif untuk mengingkari realitas situasinya saat ini. Ini justru membuat keadaan makin buruk.
Dengan menerima kondisi apa adanya, anda berada di posisi yang paling baik untuk membuat perubahan. Jika seorang alkoholik telah mengakui dan menerima keadaannya, maka ia sudah berada di jalur yang benar untuk berubah.
6.YANG DIINGINKAN ADALAH ‘RASA’
Bukanlah ‘kaya raya’, ‘turun berat badan’, ‘bebas secara finansial’ dst yang diinginkan melainkan ‘rasa’ yang muncul ketika kondisi-kondisi tersebut tercapai.
Jangan salah paham, menjadi kaya, berlibur, hubungan yang harmonis, makan siang yang lezat adalah hal-hal yang menyenangkan, hanya saja, dengan pemahaman diatas, kita menyadari bahwa pengalaman eksternal tersebut tidak menjamin anda merasa bahagia, damai dan berpuas diri. ‘Rasa’ itu TIDAK bergantung pada hal-hal eksternal di atas. ‘Rasa’ itu adalah produk internal diri kita sendiri .
Ironisnya, semakin sering kita menggunakan ‘rasa’ tersebut, semakin cepat dan semakin mudah hal-hal eksternal tadi muncul dalam hidup kita. Jadi, biasakanlah (ingat kembali unsur no 3) diri kita dengan ‘rasa’ itu dan kita akan segera berada dalam situasi yang diinginkan.
7.BERSEDIALAH MENERIMA
Seandainya ada seseorang ingin memberikan uang 100 juta kepada anda, maukah anda menerimanya? Kemungkinan besar, anda akan bertanya dulu “apa syaratnya?”. Sejak awal, anda tak percaya bahwa itu gratis, karena anda TIDAK MERASA LAYAK MENERIMANYA.
Bahagia adalah hak lahir anda, jadi bersedialah untuk menerimanya.
Manusia menghabiskan waktu mengejar kebahagiaan, tetapi pada menit-menit terakhir - karena merasa tidak layak menerimanya - melakukan apapun untuk menghindarinya. Konyol, tetapi demikianlah kenyataannya.
Jadi kita perlu berkata pada diri sendiri “Saya memutuskan/mengijinkan diri saya untuk untuk berbahagia setiap saat”, dan terimalah (unsur no 5) apapun pikiran & perasaan yang muncul dan berterimakasih serta bersyukur karenanya (unsur no 2).
Lakukan setiap hari sampai engkau terbiasa dan tak merasa perlu melakukannya lagi (unsur no 3)
8.GUNAKAN AFFIRMASI PENUH KEKUATAN
Bahasa merupakan sarana utama untuk memfokuskan pikiran seseorang. Oleh karena itu, pemilihan kata-kata yang tepat dalam Affirmasi menjadi penting untuk mendapatkan fokus yang jelas dan bisa dibuktikan (tips no 4 : What the thinker thinks the prover proves)
Misalnya, affirmasi ’saya ingin kaya’ dapat diubah menjadi ’saya bersyukur semakin kaya’. ‘Saya mencoba menurunkan berat badan’ diubah menjadi ’saya berhasil mengurangi berat badan saya’ dan seterusnya.
Pengalaman yang didapat adalah ‘bersyukur’, berhasil, dan ’semakin kaya’ serta’ ‘mengurangi berat badan saya’ dapat diterima sebagai suatu progress/kemajuan tanpa mengingkari realita (unsur no 5).
9.SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA, TAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN
Ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan hanya akan datang jika seseorang membayangkan hal-hal yang tidak menyenangkan di masa lalu atau di masa datang. Ketika kita mengijinkan diri kita untuk memikirkan hanya saat ini saja, maka kita akan menyadari bahwa semuanya baik-baik saja dan tak ada yang perlu ditakutkan.
Rasa takut berguna untuk mengingatkan kita sebagai bagian dari insting survival. Tetapi ketika dikombinasikan dengan kemampuan manusia untuk membayangkan masa lalu dan masa depan, ia hanya menciptakan problem seperti stress, was-was & rasa cemas.
Berhentilah membaca sesaat. Fokuskan perhatian anda pada napas anda dan ijinkan diri anda untuk mengamati pikiran dan perasaan yang mengalir melalui kesadaran anda.
Ingatlah, pikiran dan perasaan tersebut BUKANLAH anda, mereka hanyalah proses yang timbul dalam diri anda. Sensasi apapun yang muncul terhadap masa depan atau masa lalu anda adalah perasaan TENTANG pikiran, bukan terhadap realitas anda saat ini.
10.ANDA SUDAH BERADA DISANA !
Hal yang menghalangi anda untuk merasakan ketenangan dan kepuasan saat ini adalah gagasan bahwa ketenangan dan kepuasan ada DISANA, di tempat lain, di suatu saat nanti, di pengalaman yang berbeda, di kesempatan yang akan datang dan seterusnya.
Kenyataannya, ketika anda mencapai ‘disana’ maka, segera saja ‘disana’ itu berubah menjadi disini karena anda akan mempunyai gagasan-gagasan baru tentang adanya ‘disana-disana’ yang lain. Jadi berhentilah bergulat dengan kenyataan, sadarilah dan rasakan kenyamanan dari kesadaran anda bahwa anda selalu berada di TEMPAT YANG TEPAT.
Ketika anda mencari kedamaian, maka anda berasumsi bahwa anda tidak memilikinya. What the thinker thinks the prover proves, sehingga pikiran anda akan memfilter sedemikian rupa untuk membuktikan bahwa anda tidak memilikinya. Semakin anda mencari, semakin jelas dalam pikiran anda bahwa tidak memilikinya atau bahkan berpikir tidak layak mendapatkannya. Sehingga menjadi pencarian tiada akhir, atau akhirnya anda putus asa.dan memutuskan bahwa kedamaian (atau apapun itu) tidak ada. Kalaupun ada, bukan untuk anda.
Berhentilah mencari. Kedamaian, cinta, kepuasan ada di dalam diri anda sendiri. Ketika anda berhenti dari kesibukan mencari hal-hal tersebut di tempat lain, ketika anda berserah diri dan pasrah, justru pengalaman-pengalaman yang anda inginkan mulai mendatangi anda.
KESIMPULAN
Jika kita membiasakan diri memfokuskan pikiran kita pada ‘rasa’ yang ingin kita dapatkan, maka kita berada di jalur yang tepat menuju ‘bahagia tanpa syarat’.
Itu karena segera ‘the prover ‘dalam diri kita akan memberikan bukti-bukti yang mendukung.
Gunakan affirmasi yang tepat disertai kesadaran bahwa bahagia adalah hak lahir anda dan bahwa anda memutuskan untuk menerimanya dan sudah berada di tempat yang tepat untuk menerimanya. Tak ada yang perlu diingkari Pengingkaran hanya membuat anda tidak mengenali situasi anda sendiri dengan jernih.
Fokuskan ‘rasa’ itu disini, di saat ini juga, bersedialah menerima pengalaman yang muncul dan bersyukurlah. Karena bahagia akan segera timbul dari dalam diri anda.

Comments 58

senyum adalah

Kata senyum adalah kata yang indah dan menarik hati, menyenangkan, dan menggembirakan. Bagaimana seorang muslim tidak tersenyum sementara dia telah meridhoi Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad Saw. Adalah nabinya? Bagaimana ia tidak tersenyum sementara baginya telah ditumbuhkan taman-taman yang menyenangkan, dan kebun yang hijau, yang padanya terdapat pohon-pohon yang indah menyegarkan, dan tetumbuhan yang penuh keindahan. Bagaimana ia tidka tersenyum sementara Allah telah mengadakan baginya bintang-bintang yang terang, lautan yang luas, tanah yang berkelok-kelok, dan planet-planet yang berputar di porosnya?

Bagaimana ia tidak tersenyum, sementara burung-burung bernyanyi, merpati berdendang, matahari bersinar, bulan bercahaya indah, pagi hari yang datang dalam terang cahaya, dan hujan yang datang dibalik awan di langit? Bagaimana ia tidka tersenyum, sementara angina sepoi bertiup, daun-daun gemerisik, burung kenari bersiul, aroma indah bertiup, air jatuh di antara bebatuan mendendangkan lagu cinta, dan menceritakan pagar keindahan?

Comments 0

Menjemput Rezeki dengan Berkah

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semunya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS Huud [11]: 6)

Kita diciptakan oleh Allah dilengkapi dengan rezeki. Rezeki ditentukan setelah empat bulan di perut ibu. Rezeki ada yang baik atau yang buruk, tergantung cara mengambilnya. Rezeki yang buruk karena cara mengambilnya yang buruk.

Setiap makhluk sudah ada rezekinya. Misalnya, Allah menciptakan pohon terbatas gerakannya. Karena pohon tak lincah maka makanannya didekatkan lewat akar. Rezekinya didekatkan, ini sengaja diatur oleh Allah.
Begitupun binatang, misalnya singa, pada waktu masih bayi dia tak bisa mengejar kijang, maka Allah menyediakan air susu di tubuh induknya. Ketika air susunya berhenti, Allah menggantinya dengan makanan yang diburu induknya. Setelah besar dia berburu sendiri. Makin kuat fisiknya, makin tinggi kualitas ikhtiarnya.

Begitupun manusia, dalam perut ibu rezekinya masuk lewat tali ari- ari karena belum bisa berbuat. Setelah lahir, walau tali ari-ari digunting, tetap saja bertemu dengan rezekinya lewat air susu ibu. Saat air susu berhenti, Allah menyediakan berbagai makanan yang kalau lapar tinggal menangis, maka rezeki akan datang. Makin dewasa harus makin gigih ikhtiarnya menjemput rezeki karena Allah telah menyiapkan kekuatan fisik, akal dan indera perasa.

Karenanya kita jangan malas mencari nafkah, binatang pun selalu berikhtiar untuk mendapatkan rezekinya. Rasulullah pernah terkesan kepada burung yang pergi dengan perut kosong, tapi setelah terbang kembali dengan perut kenyang. Jadi, kuncinya adalah terbang (bergerak) dan itu tak bisa didapatkan dengan sayap yang malas. Binatang yang tak mempunyai akal saja mati-matian iktiar hingga bisa bertemu dengan rezekinya. Mustahil manusia yang mempunyai akal tak bertemu dengan rezekinya.

Di negeri kita tak kurang sarjana ekonomi, tapi kebanyakan fakultas ekonomi hanya mempelajari teori ekonomi duniawi yang kapitalis. Padahal kita membutuhkan para ekonom yang komprehensif, yang selain mengerti teori ekonomi juga kuat iman dan bisa meraih rezekinya. Dengan kata lain kita membutuhkan para ekonom yang ahli dzikir, fikir dan ikhtiar.

Allah sudah menyiapkan perangkat ikhtiar lahiriah dan ruhiah. Kita membutuhkan tokoh-tokoh ekonomi yang tak hanya kuat berpikir, tapi juga bisa menggerakkan potensi. Membangkitkan kondisi ekonomi tak hanya dengan teori duniawi belaka, tetapi juga harus dengan teori tentang bagaimana Allah membimbing kita menemukan rezeki.

Negeri kita sekarang sedang krisis ekonomi, harga barang naik. Pemerintah dan rakyat masing-masing mempunyai kewajiban yang berbeda. Beban pemerintah lebih berat daripada rakyat hingga pertanggungjawabannya di hadapan Allah lebih tinggi. Karenanya para pejabat harus sekuat tenaga mencari jalan dengan kreatif agar rezeki dari Allah sampai kepada rakyat.

Kita pun harus memilih para pemimpin yang memiliki kapasitas keimanan dan keilmuan yang baik agar dengan kepemimpinannya bisa membuka pintu rezeki bagi kita.

Lalu bagaimana sikap kita sebagai rakyat menghadapi krisis ekonomi ini? Pertama, kita harus khusnudzon kepada Allah karena Allah sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Kalau kita yakin Allah akan menjamin, pasti akan bertemu dengan rezeki kita.

Kedua, kita harus mengevaluasi sikap kita terhadap rezeki yang Allah berikan. Ada orang yang diberi rezeki, namun rezekinya berubah menjadi musibah karena salah menyikapinya. Jangan-jangan Allah telah memberi banyak, tetapi kita kufur nikmat.

Misalnya para perokok yang gajinya Rp 600 ribu, kalau sehari merokok dua bungkus (per bungkus Rp 7 ribu), maka sebulan menghabiskan Rp 450 ribu. Sisanya hanya Rp 150 ribu hingga makanan istri dan anaknya tak layak. Ini zalim dan mempersulit diri sendiri karena sudah penghasilannya sedikit juga tak dimanfaatkan secara optimal.

Ketiga, lihatlah ikhtiar kita. Jangan-jangan ikhtiar kita belum benar, malas atau tak dengan ilmu. Segala sesuatu harus dengan ilmu, termasuk untuk mendapatkan rezeki, kalau tak pernah mencari ilmu, tak akan bertemu dengan rezekinya. Tak mau mencari ilmu sama dengan tak mau mendapatkan rezeki.

Selain gigih ikhtiar mencari rezeki, kita juga harus melakukan amalan yang disukai Allah. Amalan yang bisa membuka pintu rezeki misalnya shalat tepat waktu, memperbanyak istigfar, silaturahmi, dan sedekah.

Ya Allah, bukakan hati kami agar selalu yakin Engkaulah satu-satunya penjamin rezeki. Bimbinglah kami agar dapat menyempurnakan ikhtiar menjemput rezeki-Mu dengan cara yang Engkau ridhai.

Comments 90

Seni Membangun Jaringan

Membangun jaringan adalah suatu seni karena tidak ada rumusan pasti tentang cara membangunnya. Jaringan bukan hanya sekedar kumpulan daftar nama atau urutan abjad dari relasi kita.
Kita bisa mengumpamakan jaringan seperti sebuah taman bunga yang penuh dengan aneka jenis tanaman. Keindahan dan kesuburannya tergantung pada kita sendiri sebagai tukang kebun. Sebagai tukan kebun, kita harus merancang landscape-nya dan menentukan komposisi tanaman di dalamnya. Kemudian, kita juga harus memelihara dan merawat setiap tanaman agar tumbuh subur dan berbuah pada masanya dengan penuh kasih dan kepedulian. Beberapa tanaman mungkin perlu disiram, yang lainnya perlu dipupuk, atau sebagian lain perlu dipangkas atau bahkan dicabut agar tidak merusak tanaman lainnya.
Bila kita tidak merawatnya, taman kita menjadi penuh dengan semak belukar. Taman tidak bisa menghasilkan bunga-bunga indah atau buah-buahan segar. Taman tidak berkembang dan tanaman tidak tumbuh dengan subur. Memang seperti itulah jaringan kehidupan yang kita miliki. Jika kita mengembangkan dan merawatnya, suatu saat kita akan menikmati hasilnya pada kehidupan kita selanjutnya.
Untuk mempermudah pemahaman, saya akan menceritakan kisah teman saya, bernama Andi. Andi seorang yang sangat supel dan ramah. Ia selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap pesta atau pertemuan. Ia dapat membangun jaringan dengan mudah karena ia dapat dengan mudah mengenal setiap orang. Ia seperti seorang tukang kebun yang mudah memperoleh bibit tanaman baru dan menanamnya dalam taman kehidupan.
Tetapi, apakah ia benar-benar pembangun jaringan yang ulung? Ternyata Andi mudah melupakan kenalan atau teman barunya. Ia tidak pernah memelihara dan merawat relasi yang telah dibangunnya. Relasinya hanyalah seorang teman di kala senang. Andi terus mengembangkan jaringannya tanpa mau memelihara dan merawatnya.
Apa yang terjadi kemudian? Suatu saat Andi mengalami kejatuhan dalam bisnisnya. Ia terjebak utang yang cukup besar sehingga bisnisnya rontok. Dalam keadaan seperti ini ternyata semua kenalan dalam tumpukan kartu namanya tidak ada yang cukup merasa mengenal Andi.
Inilah seni membangun jaringan. Kita perlu memiliki komitmen dan kegigihan untuk selalu mengembangkan sekaligus merawat dan memelihara jaringan kehidupan kita. Ingat bahwa jaringan adalah kumpulan pribadi-pribadi unik dan masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Pribadi-pribadi ini adalah kehidupan yang dinamis bahkan terkadang rapuh. Kita harus dapat menangani setiap pribadi dalam jaringan kita secara khusus bahkan seakan-akan kehidupan kita suatu saat nanti tergantung padanya.
Untuk menjadi pembangun jaringan yang handal kita tidak memerlukan bakat. Bagaimana jika saya seorang yang pemalu, introvert, bahkan terkesan sombong (untuk menutupi kelemahan saya yang memang tidak bisa bergaul). Bagaimana jika di setiap pertemuan atau pesta saya tidak bisa bergabung akrab dengan sesama saya?
Dalam pertemuan atau pesta, saya lebih suka menyendiri, mengamati mereka yang bergerombol dan saling berbagi cerita. Saya selalu merasa kesepian. Saya menciptakan “gua khayalan” yang membentengi saya dalam keramaian pesta.
Untuk membangun jaringan kehidupan, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus mau “keluar dan bergerak” dari zona kenyamanan kita. Kita jangan menjadi orang kaku. Kita tidak harus menjadi bintang dalam suatu pesta atau dalam lingkungan kerja kita. Cobalah berkomunikasi. Jumpai dan bicaralah dengan satu orang siapa saja setiap hari. Berbagi ceritalah tentang kehidupan kita dan jadilah pendengar yang baik.
Kelompok Network 21 dalam jaringan bisnis AMWAY mengembangkan teknik yang disebut Prospekting. Tujuannya adalah untuk menemukan rekan bisnis yang prospektif untuk mengembangkan dan membangun jaringan bisnis mereka. Tetapi, cara atau teknik yang dipergunakan sangatlah sederhana dan mudah dilakukan.
Para distributor dalam Network 21 menyebut diri mereka sebagai seorang network builder – para pembangun jaringan. Namun, yang terpenting dalam perkembangan selanjutnya adalah bagaimana membangun hubungan orang-orang yang ada di dalam jaringan kita. Saya lebih senang menggunakan istilah network developer, yang berarti kita bertanggung jawab juga untuk mengembangkan kualitas Jaringan kita dengan membangun dan memberdayakan orang lain.
Inti dari teknik membangun Jaringan adalah dengan terus mengembangkan daftar nama. Tentu saja daftar pertama adalah nama orang-orang yang kita kenal. Untuk selanjutnya, yang lebih penting adalah daftar nama orang-orang yang belum kita kenal. Daftar ini harus senantiasa bertambah setiap saat. Misi kita dalam hidup ini adalah menambah daftar nama orang-orang baru dalam kehidupan kita. Ini bisa kita lakukan dengan bergabung dalam berbagai kegiatan sosial, perkumpulan atau organisasi sosial, klub olahraga atau seni. Kembangkanlah hobi kita bersama orang lain. Kita juga bisa bergabung dengan kursus-kursus. Selain untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, tempat-tempat seperti ini sangat efektif untuk meluaskan jaringan dan menambah daftar nama kita.

Comments 92

10 Rahasia Pengusaha Sukses

Menjalankan sebuah usaha pribadi adalah cara yang kreatif, fleksibel dan menantang untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan memetakan masa depan Anda. Ini adalah menciptakan sebuah kehidupan. Dari tempat yang nyaman di sebuah perusahaan dimana gaji secara teratur diterima, Anda akan memasuki teritori bisnis yang penuh dengan ketidakpastian.

Adakah cara untuk menentukan apakah Anda dapat menjadi pengusaha berhasil, atau lebih baik bekerja untuk orang lain?. Tidak ada formula untuk sukses. Namun, kebanyakan pengusaha sukses membagi 10 karakter ini. Cek jika Anda memiliki salah satunya:

1. Berpikir sukses.
Untuk mendapatkan kesuksesan yang diinginkan, Anda perlu bermimpi besar. Setiap kesuksessan dimulai dengan impian besar. Anda perlu memiliki impian besar bagi diri Anda- Anda ingin menjadi kaya, terkenal atau berkecukupan. Namun mimpi saja tidak cukup. Anda harus aktif memvisualkan sukses dalam pikiran Anda sehingga dapat Anda rasakan. Bagaimana rasanya melipatgandakan income Anda? bagaimana hidup akan berubah?

Pengusaha sukses memiliki sikap keterbukaan dan keyakinan yang dapat Anda miliki. Para pakar manajemen telah mengajarkan pada kita kekuatan visualisasi- dengan melihat diri kita didalam pikiran untuk mencapai impian-impian kita. Jika Anda ingin menjadi penulis sukses, gambarkan diri Anda menandatangani buku di kerumunan orang yang antri minta tanda tangan Anda. Dan proses ini harus diingimbangi dengan tindakan yang konstan! Anda harus berfikir jika Anda dapat meraih sukses di setiap menit

2. Memiliki hasrat pada apa yang kerjakan.
Anda memulai bisnis untuk merubah sebagian atau seluruh hidup Anda. Untuk melakukan perubahan ini, Anda perlu mengembangkan atau membuka hasrat personal Anda terhadap perubahan baru. Keberhasilan akan datang jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan. Mengapa? Karena kita akan lebih bersemangat mengejar tujuan terhadap apa yang kita cintai. Jika Anda membenci pekerjaan Anda sekarang, apakah Anda akan berhasil? Tidak sama sekali! Meskipun Anda menjadi kompeten melakukan tugas tersebut, namun Anda tidak akan pernah meraih keberhasilan yang besar. Anda akan mencapai performa puncak dan melakukan sesuatu untuk meraih sukses jika Anda melakukan sesuatu yang menjadi minat Anda. Pengusaha sukses tidak peduli jika mereka menghabiskan 15 atau 18 jam sehari untuk mengurus bisnisnya karena mereka memang mencintai apa yang mereka kerjakan. Keberhasilan dalam bisnis adalah masalah kesabaran dan kerja keras, yang hanya didapatkan jika Anda memiliki hasrat terhadap tugas dan kegiatan yang Anda kerjakan.

3. Fokus pada kelebihan Anda.
Mari kita hadapi; Anda tidak dapat menjadi apapun bagi semua orang. Kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Agar efektif, Anda harus mengenali kelebihan dan berkonsentrasi pada hal tersebut. Anda akan menjadi semakin sukses jika mampu menggabungkan dengan upaya Anda di area yang Anda kuasai dengan baik. Misalnya, dalam bisnis, Anda memiliki insting marketing yang bagus, kemudian pertajam kelebihan ini dan gunakan dengan maksimal. Mintalah bantuan di area yang tidak Anda kuasai, misalnya akuntansi atau pembukuan. Untuk merubah kelemahan menjadi kekuarangan, pertimbangkan untuk mengikuti training formal.

4. Pantang memikirkan kemungkinan gagal.
Ayn Rand, di dalam novelnya The Fountainhead, menulis, “Bukan sikap manusia- atau makhluk hidup, untuk memulai dengan menyerah.” Sebagai seorang pengusaha, Anda harus sepenuhnya percaya dengan sasaran dan apa yang Anda lakukan. Pikirkan apa yang Anda kerjakan akan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan diri Anda sendiri. Anda harus memiliki keyakinan yang kuat atas ide, kemampuan dan diri Anda sendiri. Anda harus yakin dibalik bayangan keraguan, Anda memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengatasinya. Semakin Anda mengembangkan keyakinan untuk mencapai sasaran, semakin cepat Anda mendapatkannya. Namun, keyakinan Anda harus diimbangi dengan perhitungan resiko. Pengusaha sukses adalah mereka yang menganalisa dan meminimalkan resiko untuk mendapatkan profit. Seperti yang sering mereka katakan, “tanpa keberanian, tidak ada kemenangan.”

5. Rencanakan dengan baik.
Anda memiliki visi, dan yakin dapat mencapai visi Anda. Tapi, tahukan Anda bagaimana mencapai visi Anda? Untuk mencapainya, Anda harus memiliki tujuan konkrit sebagai batu loncatan untuk visi Anda. Tulislah sasaran Anda: jangan melakukannya hanya untuk berfantasi. Anda harus merencanakan tindakan Anda agar memberikan kontribusi untuk meraih visi. Kemampuan Anda untuk menetapkan sasaran dan membuat perencanaan adalah keterampilan yang diperlukan untuk sukses.

6. Kerja Keras!
Setiap pengusaha sukses bekerja keras. Tidak ada orang sukses hanya dengan berpangku tangan. Seperti yang dikatakan Brian Tracy , “Anda bekerja selama 8 jam sehari untuk bertahan hidup; semua hal setelah 8 jam sehari adalah untuk kesuksesan.” Tanyakan pada pengusaha sukses dan mereka akan mengatakan pada Anda bahwa mereka harus bekerja lebih dari 60 jam dalam seminggu di awal bisnis mereka. Bersiaplah menguncapkan selamat tinggal pada acara nongkrong bersama setelah jam kerja, atau berjalan-jalan diakhir pekan. Jika Anda berada di tahap awal, Anda harus bernafas, makan dan minum dengan bisnis sampai bisnis Anda bisa berjalan. Kerja keras akan mudah jika Anda memiliki visi, sasaran yang jelas, dan hasrat pada apa yang Anda kerjakan.

7. Terus-menerus memperluas jaringan.
Di dalam bisnis, Anda dinilai oleh perusahaan yang Anda jalankan - dari tim manajemen, dewan direksi, dan rekan stratejik. Bisnis selalu memerlukan bantuan, terlebih usaha kecil. Penting untuk membentuk aliansi dengan orang-orang yang dapat membantu Anda, dan yang dapat Anda bantu. Agar berhasil dalam bisnis, Anda harus memiliki ketrampilan networking yang bagus dan selalu jeli melihat peluang yang ditawarkan kontak Anda.

8. Kemauan untuk Belajar.
Anda tidak harus bergelar MBA atau PhD untuk berhasil dalam bisnis. Kenyataannya, banyak pengusaha yang tidak menyelesaikan pendidikan menengah mereka. Studi menunjukkan kebanyakan millioner memiliki intelegensi rata-rata. Namun, mereka meraih potensi secara penuh untuk mencapai tujuan finansial dan bisnis, karena mereka mau belajar. Untuk berhasil, Anda harus mau bertanya, ingin tau, tertarik dan membuka pada pengetahuan baru. Kemauan untuk belajar menjadi hal yang penting seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan menjalankan bisnis.

9. Memiliki keteguhan dan keyakinan.
Tidak seorangpun yang mengatakan jalan menuju sukses itu mudah. Disamping intensitas dan kerja keras, terkadang Anda mengalami kegagalan. Beberapa pengusaha sukses mengalami kemunduran dan kekalahan, bahkan bangkrut, namun mereka segera bangkit untuk membuat perhitungan. Ingatlah, jika Anda memiliki keteguhan, tidak ada yang dapat menghentikan Anda.

10. Disiplin pribadi.
Thomas Huxley mengatakan, “Lakukan apa yang harus Anda lakukan, apakah Anda menyukainya atau tidak .” Disiplin-diri adalah kunci sukses. Kemauan yang kuat akan mendorong diri Anda untuk menebus harga kesuksesan - melakukan apa yang tidak disukai orang lain, menempuh perjalanan panjang, bertarung dan menjadi pemenang.

Comments 51

Bentuk-Bentuk Kesabaran

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.

2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.

3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.

Comments 0

Zuhudlah: Jadikan Dunia Ditangan, Bukan Dihati

Suatu ketika Ibnu Mas’ud r.a. melihat Rasulullah tidur di atas tikar yang lusuh sampai-sampai pola anyaman tikar membekas di pipinya. Lalu Ibnu Mas’ud menawarkan kepada beliau sebuah kasur. Apa jawaban rasul? “Untuk apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia seperti pengendara yang mampir sejenak di bawah pohon, lalu pergi dan meninggalkannya.”
(HR Tirmidzi).

Apa Rasulullah tidak punya kasur ya?saya sempat berpikir begitu, menurut hemat saya Rasulullah bisa dengan gampang untuk sekedar punya kasur buat tidur, supaya tidurnya lebih nyaman dan nyenyak. Tetapi ketika Rasulullah ditawari kasur oleh Ibnu Mas’ud jawabnya “Untuk apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia seperti pengendara yang mampir sejenak di bawah pohon, lalu pergi dan meninggalkannya.” Rasulullah mencontohkan akan pengertian yang tinggi bahwa kehidupan di dunia hanya sementara jadi jangan tertipu, dan kehidupan akhiratlah yang kekal abadi apakah itu di syurga atau di neraka. Kehidupan di dunia bersifat sementara dan kemanakah arah kebijakan kita ke syurga atau ke neraka jangan sampai kita tertipu.

Kesederhanaan hidup Rasul ini benar-benar dicontoh oleh para sahabatnya. Abu Bakar ash-Shiddiq, Usman bin Affan dan Abdurrahman Bin Auf hanya segelintir contoh sahabat Rasul yang memiliki kekayaan melimpah, namun hanya sedikit dari kekayaan itu yang mereka nikmati sendiri. Sebagian besarnya mereka gunakan bagi kepentingan dakwah, jihad fii sabilillah dan menolong kaum muslimin. Bahkan Abu Bakar pernah memanjatkan do’a kepada Allah: “Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.” Selain itu, sembilan dari sepuluh sahabat Nabi yang telah dijamin masuk surga adalah termasuk orang-orang yang kaya raya. Tapi di saat yang sama mereka pun zuhud, tidak membangga-banggakan harta kekayaannya. Mereka rajin bersedekah baik untuk orang-orang miskin maupun untuk kepentingan umat.

Melalui sebuah hadits singkat Rasulullah SAW telah memberikan panduan bagi orang-orang yang beriman dalam menghadapi kehidupan dunia: “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau musafir.’ (H.R. Bukhari). Rasul tidak hanya memberi perintah, melainkan Beliau juga mencontohkan langsung kepada umatnya bagaimana cara hidup di dunia, yakni setiap gerak langkah selalu bermuara pada harapan akan keridhaan Allah. Semua orang sepakat bahwa Beliau SAW adalah sosok yang paling rajin bekerja dan beramal shalih. Tak ada seorangpun yang mampu menandingi semangat beliau dalam menjalankan ibadah, padahal Alah sudah menjamin Beliau masuk surga. Di medan perang, beliau adalah orang yang gigih berjihad, senantiasa mendampingi pasukan, dan bahkan berada di garis depan. Tidak hanya duduk di belakang meja memberi perintah. Yang paling mengagumkan adalah kehidupan beliau yang begitu sederhana dan bersahaja.

Pengertiannya

Zuhud merupakan sifat yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang yang mengaku mukmin. Zuhud juga hendaknya menjadi gaya hidup umat muslim kapan dan di manapun ia berada. Zuhud bukanlah meninggalkan kenikmatan dunia, bukan berarti mengenakan pakaian yang lusuh, dan bukan berarti miskin. Zuhud juga bukan berarti hanya duduk di masjid, beribadah dan beribadah saja tanpa melakukan kegiatan-kegiatan lainnya. Zuhud adalah kemampuan kita dalam menjaga hati dari godaan serta tipu daya kemewahan dunia tanpa meninggalkannya. Dengan pengertian yang lebih luas, zuhud merupakan hikmah pemahaman yang membuat seseorang memiliki pandangan khusus terhadap kehidupan duniawi; mereka tetap bekerja dan berusaha, namun kehidupan duniawi itu tidak menguasai kecenderungan hatinya dan tidak membuatnya meninggalkan Allah sedetik-pun. Kita beramal shalih, memakmurkan bumi dan bermuamalah, namun di saat yang sama hati kita tidak tertipu. Kita meyakini sepenuhnya bahwa kehidupan akhiratlah yang menjadi tujuan utama.

Rasulullah saw. bersabda,”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu” (HR Ibnu Majah, tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Kalaulah dunia itu hanya sementara, dan akhirat itu kekal adanya lalu kenapa harus repot-repot mencari keduniaan, kenapa repot belajar mencari kekayaan, kenapa Abu Bakar pernah memanjatkan do’a kepada Allah: “Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.”Kenapa sembilan dari sepuluh sahabat Nabi yang telah dijamin masuk syurga adalah termasuk orang-orang yang kaya raya.

Jawabannya

Jawabnya lebih masuk akal adalah karena yang punya kekayaan bisa lebih banyak membantu, beramal, berinfak, mempunyai kekuatan untuk menjadi khalifah di muka bumi dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Itulah alasannya sembilan dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk syurga adalah orang-orang yang kaya raya. Bahwa dunia itu hanyalah sementara dan akhiratlah kehidupan yang kekal menjadi alasan sikap zuhud para sahabat nabi karena mengharap ridho Alloh Swt. Dalam mencari dan dalam membelanjakan kekayaan adalah tetap mengharap ridho dari Alloh Swt, jadi jangan harap para sahabat akan korupsi dan melakukan suap dengan pengertian yang tinggi para sahabat mengenai dunia dan akhirat sangat tidak mungkin.
Semoga bermanfaat khususnya bagi saya, semoga menjadi pengingat supaya tidak tertipu oleh dunia dan lupa akhirat. Menjadi lebih mantap dalam melangkah, lebih bersemangat dan rajin bekerja. Bahwa derajat yang paling mulia di sisi Alloh Swt adalah berdasar ketakwaannya, bukan kekayaannya ataupun hal lainnya.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (QS. Al Hujurat: 13)

Comments 142

Sepuluh Langkah Menjemput Rezeki

Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menjemput rezeki. Berikut sepuluh diantaranya..

1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, “Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, “Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)

Comments 133

Tahap-tahap Wirausaha Pemula

Kunci sukses menjadi seorang entrepreneurship/wirausahawan bukan terletak pada banyaknya uang yang dimiliki atau besarnya pasar, tapi terletak pada kemampuan melewati tahap-tahap berikut :
Pertama, mampu menghilangkan mental blocking/halangan mental. Ini artinya mampu mengalahkan diri sendiri, karena hambatan terbesar berasal dari diri kita sendiri. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan mental blocking ini, yaitu :
• Hitung resiko terbesar dan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi
• Hitung kemampuan untuk menanggung hal terburuk itu
Bisnis tentulah mengandung resiko. Oleh karena itu, seorang pemula diharapkan memilih bisnis yang beresiko kecil seperti dagang.
Kedua, mampu menguasai pasar.
Ini berarti :
• Tahu ke mana membeli barang dengan lebih murah
• Tahu ke mana menjual barang dengan lebih mahal
• Tahu ke mana membeli barang dengan lebih murah dan bayar tangguh
• Tahu ke mana menjual barang dengan lebih mahal secara tunai
Bila pasar telah dikuasai dan volume penjualan mulai meningkat, hal yang harus dilakukan adalah melihat kemungkinan memproduksi sendiri barang tersebut.
Ketiga, mampu memproduksi sebagian barang sesuai tuntutan pasar yang tidak dapat dipenuhi pemasok, sehingga perlu diproduksi sendiri.Secara perlahan harus mulai pula diperhitungkan untung ruginya memproduksi barang walaupun barang tersebut dapat diproduksi oleh pemasok. Dengan semakin besarnya volume penjualan dan produksi, jumlah karyawan pun akan semakin banyak. Nah, pada tahap ini dperlukan pembenahan manajemen organisasi.
Keempat, mampu mengatur organisasi dengan efektif dan efesien. Dengan semakin banyaknya jumlah karyawan, maka masalah antar karyawan bertambah pula. Oleh karena itu, perlu dibuat peraturan yang jelas yang mengatur hak dan keawajiban, atau pun mengatur pembagian pekerjaan di antara pekerja. Di sini perusahaan memerllukan dana tambahan untuk mengembangkan usahanya.
Kelima, mampu menarik dan menyakinkan pemilik modal untuk ikut serta dalam bisnis yang kita laksanakan ini. Posisi tawar menawar harus setara, dalam arti saling membutuhkan. Mengenai jenis usaha yang dapat dijalankan sebenarnya tidak terlalu sulit. Dalam Islam yang dilarang jauh lebih sedikit daripada yang dibolehkan. Karena itu semuanya terpulang pada kemampuan kita untuk melihat peluang bisnis dan ini memerlukan kejelian yang harus terus diasah. Bagaimanapun juga, usaha apa saja asal halal pada dsarnya boleh dijalani, asal diniatkan untuk ibadah dan mencari ridho-Nya.

Cara yang efektif ketika kita ingin sukses dalam berwirausaha adalah mencontoh Rasulullah dalam mempraktekkan kehidupan bisnisnya. Bukankah teori mengatakan bahwa mencontoh itu lebih mudah daripada menciptakan, apalagi yang kita contoh adalah sosok pribadi yang unggul dalam kegiatan wirausaha. Rasul adalah sosok pribadi yang penuh kesungguhan dalam berbagai aspek kehidupan, tidak ada satu amalpun yang dikerjakan Rasul tanpa kesungguhan. Kualitas yang unggul hanyalah akan lahir dari sebuah kesungguhan. Berusahalah sekuat tenaga untuk bekerja keras dan cerdas dengan hati yang tetap ikhlas sehingga apapun yang terjadi tidak akan mengurangi keyakinan dan selalu ridho kepada ketentuan-Nya, yang terpenting bagi kita adalah kesungguhan dalam ikhtiar kita.
Tugas kita hanya dua, meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Berusaha dengan sungguh-sungguh dalam setiap perencanaan sebab ketika kita gagal dalam berencana berarti kita sedang merencanakan kegagalan. Sekecil apapun yang kita lakukan harus dengan penuh kesungguhan karena sesuatu yang kecil dapat membentuk kesempurnaan walaupun kesempurnaan bukan sesuatu yang kecil. Bagaimana mungkin akan menyempurnakan sesuatu yang besar, kalau yang kecil-kecil saja kita sudah berantakan.
Ketika begitu banyak kesempatan dan peluang yang muncul didepan mata kita untuk memulai suatu usaha, maka keberanian untuk mengambil peluang tersebut menjadi amalah penting. Keragu-raguan apakah kita mampu dan berhasil dalam bisnis itu,sering membuat kita tidak berani melangkah dan akhirnya malah mengakibatkan penyesalan. Setelah melihat orang lain yang melakukannya berhasil dengan baik. Banyak yang mengatakan bahwa begitu banyak bakat yang sia-sia hanya karena kurangnya keberanian. Nah apakah Anda termasuk orang yang ragu-ragu tersebut ? Semoga saja tidak

Comments 99

 
 
 

RSS: Posts / Comments